Pewarisan Ilmu : Menulislah

Writing is an extension of human language across time and space
Tidak pernah ada tulisan yang kadaluwarsa. Sebuah tulisan adalah bukti otentik original dari buah pikiran manusia sesuai pada jamannya masing-masing. Manusia boleh saja meninggal dan hilang tertelan bumi, namun hasil karya tulisannya akan selalu menembus ruang waktu. Semakin usang usia tulisan menjadi semakin bernilai dan menjadi jendela untuk melihat sejarah masa lalu sebagai bagian dari usaha untuk membuat masa depan yang jauh lebih baik. Sebagaimana perkataan orang bijak, “tidak akan ada masa kini jika tidak ada masa lalu”.
 
Adalah Ibnul Jauzi yang mengatakan bahwa pengetahuan harus diikat dengan tulisan. Pengetahuan manusia sangatlah beragam. Setiap manusia memiliki pengetahuan tentang hidup dan kehidupan yang sangat berbeda-beda, karena alur hidup kita pun berbeda satu dengan lainnya. Seorang manusia memiliki ribuan pengetahuan tentang hidup yang tersimpan rapi di dalam otak dan hatinya masing-masing. Namun sayangnya, sering kali kita harus kehilangan pengetahuan tentang hidup dari seseorang bersamaan dengan kematiannya. Mungkin yang tersisa bagi manusia masa kini darinya hanya nama, lahir tanggal sekian dan meninggal tanggal sekian seperti yang tergores pada batu nisan diatas kuburannya. Ah, sungguh sangat sayang …
“Dulu nenek-mu pintar masak rendang loh”, “Dulu kakekmu itu jago buat lemari sendiri”, yah, itu dulu kan, bukan saat ini. Generasi mendatang di keluarga kita hanya diwarisi oleh nama kita saja, tidak lebih. Generasi mendatang kita, selamanya tidak akan pernah tahu siapa dan bagaimana pelajaran hidup berharga yang kita miliki tanpa ada pewarisan tulisan. Saya tidak sedang mengharuskan kita untuk menulis sebuah buku ataupun biografi hidup. Sama sekali tidak sejauh itu. Hanya saja, saya ingin kita mulai sejenak memikirkan pentingnya menulis pengetahuan yang kita miliki sebagai bekal yang kelak akan kita wariskan, setidaknya pada anak cucu kita masing-masing. Setidak-tidaknya, resep masakan andalan kita, ataupun sekedar tulisan “hari ini saya senang sekali karena berhasil mengalahkan musuh saya paling besar : MALAS!!”.
Saat ini, sudah banyak sekali media yang disuguhkan kepada kita sebagai wadah untuk menulis. Dimulai dari diary warna warni, aneka ragam website untuk membuat personal blog, bahkan di facebook sekalipun ada bagian untuk membuat notes-nya. Aneka ragam media ini, memudahkan kita sebenarnya dalam mewariskan ilmu yang kita miliki. Bahkan, kita bisa membuka media blog ini, dimanapun kita berada, tentu selama disana ada jaringan internet. Membuat blog personal kita semenarik mungkin, tersedia aneka fitur-fitur yang bisa kita manfaatkan untuk semakin menyemarakkan website personal kita. Anda adalah sang raja yang punya wewenang penuh untuk mengatur segala sisi di dalam website pribadi anda. Sangat menyenangkan bukan, setiap saat anda bisa mengganti background kulit dari website anda sesuai dengan selera masing-masing.
Kita tidak perlu menjadi seorang penulis handal terlebih dahulu untuk menulis di blog atau personal website kita. Tulis saja apa yang ada di pikiran dan hati kita, tidak perlu peduli dengan bagus atau tidaknya struktur tulisan kita, tidak perlu membuat kerangka konsep terlebih dahulu, bahkan tidak perlu takut untuk mengeluarkan semua luapan emosi dalam bentuk kata. Percayalah, anda tidak perlu persiapan apapun untuk menjadi seorang penulis di dalam website pribadi anda sendiri. Anda punya hak sebebas-bebasnya untuk menggunakan kata-kata yang anda sukai. Tentunya, selama tidak menyinggung SARA, maka anda adalah juragan bagi hidup anda sendiri. kebebasan ruang berekspresi dalam kata-kata. Bahkan, anda bisa menggunakan bahasa daerah yang biasa dipakai sehari-hari. “Sing penting ora usah isin-isin
Berikut kiat menulis di dalam blog yang menarik :
1. Tulis saja secara bebas pendapat kita tentang sesuatu
2. Tulis saja secukupnya, tidak perlu membuat tulisan panjang jika memang tidak penting
3. Tulislah dengan perasaan senang, seolah-olah ingin berbagi cerita dengan seorang sahabat
4. Berikan judul yang menarik
5. Cek dulu ejaan dan contentnya sekali lagi sebelum dipublikasikan
6. Konsisten dengan gaya penulisan kita
7. Terakhir dan yang terpenting, Just start to write right now .. !!
Melatih diri dengan menulis adalah bagian dari mengumpulkan warisan-warisan pengetahuan untuk generasi mendatang. Dengan menulis pun akan menstimulus kita untuk lebih banyak membaca dan menjadi manusia yang kritis akan hidup dan kehidupan. Jangan mau kalah dengan seorang kakek tua berumur 80 tahun yang baru-baru ini menghasilkan karya paling monumental di dalam perkembangan Islam, Fiqh Jihad sebanyak 1400 lembar. Seorang penulis yang mampu menulis sebanyak ribuan lembar bukanlah hasil dari kerja semalam, namun titian hari panjang melatih diri untuk menulis paragraf demi paragraf. Yah, dialah Al Ustad Yusuf Qardhawi.
Saya juga bukan penulis blog yang aktif memproduksi tulisan disini, saya pun masih perlu banyak sekali belajar tentang konsistensi produksi tulisan. Namun, terantuk memori saya pada salah satu kata bijak yang mengatakan “saya tidak ingin masuk surga seorang diri”.  Jadi, yuk mari kita mulai menulis ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s