Magic Beyond Words

Seringkali, sebait kata dari berbagai macam sumber tulisan memiliki daya magis yang dahsyat. Sebait kata bisa menenangkan, menyenangkan, mendeburkan semangat, menakutkan dan bahkan tidak jarang, memiriskan batin. Sungguh ajaib kekuatan bait-bait kata. Percayalah, kadang-kadang, dari kata-kata yang kita baca, membentuk kontruksi pikir kita  dan jauh di dalam sel otak kita, lambat laun ia menjadi lensa kita dalam menilai dunia yang kita jalani.

Iya, letaknya bukan semata pada kata, namun untaian kata yang terjalin memiliki makna yang begitu dalam. Untaian kata yang kadang hanya seulas kata ringan, namun ternyata mampu membuat orang yang membacanya, tertawa sampai menangis dan menangis sampai tertawa kembali. Walau kadang, banyak juga sebait kata dewa langit yang dilekatkan pada tulisan-tulisan filosofi, sastra, novel dan sebagainya, sehingga begitu selesai membacanya, meninggalkan kerut di kening dan segumpal keluh di hati ” apa sih maksudnya!!!” walau kadangkala harus bolak balik dibaca dan memejam mata untuk bisa mengenal pesan yang tersirat dibalik yang terbaca. Begitulah keajaiban sebait kata.

Saya senang sekali mengekspresikan situasi hidup yang sedang berputar pada bait-bait kata. Baitan kata itu saya temukan dari serakan berbagai macam tulisan, baik dari novel, blog, koran, buku literatur, tulisan jurnal, majalah, website dan tentunya Al. Qur’an. Sejujurnya bukan murni ekspresi situasi hidup, namun seringkali saya membutuhkan magic words untuk memanaskan kembali semangat hidup yang mulai mendingin. Ataupun cara saya untuk menrefleksikan hikmah dari pelajaran dunia yang terhampar. Saya butuh inspirasi.  Dan disitulah kekuatan magis kata, salah satunya, bisa menginspirasi orang untuk  menjadi manusia baik.

Terima kasih dan salam hormat saya kepada para penulis baitan kata di bawah ini. Walau hanya sebait, tapi percayalah, baitan ini, mampu membuat saya menyadari bahwa jangan pernah menyerah pada kehidupan dunia. It’s a worth living life.

Berikut beberapa baitan kata magis yang pernah terpatri menjadi bagian dari episode hidup yang saya. Edisi khusus saya sebagai anak sekolahan (lagi).

1. Ketika saya malas pergi ke perpustakan untuk melanjutkan proses pengolahan data thesis. Kata inilah yang membuat saya berangkat ke perpus.

Diantara sekian jenis kemiskinan, yang paling memprihatinkan adalah kemiskinan azzam dan tekad bukan kemiskinan harta. Kemiskinan azzam akan membawa pada kebangkrutan dari segi harta. Azzam dan kemauan yang kuat kelak akan membuat kita berilmu dan berkarya, tidak mungkin seseorang bisa keluar dari kejahiliyahan tanpa tekad, kemauan dan kerja keras. ” (Alm. Ust. Rahmat Abdulllah) 

2. Merasa jenuh dengan pengerjaan tesis. Sekolah yang harusnya 2 tahun dan dipadatkan menjadi 1 tahun, jenuh itu konsekuensi logis. Jenuh kadangkala menghasilkan ragam rasa, termasuk takut gagal. Lalu, saya menemukan kata ini.

 “you can’t have a better tomorrow if you are thinking about yesterday all the time”Charles F. Kettering 

“Just remember, the only people not making mistakes are those who aren’t doing anything” Tim W. Welborn

3. Mulai merasa bosan dengan kegiatan interview pada saat pengumpulan data thesis

“Jadi pilihlah suasana hati kalian, dalam situasi paling kacau sekalipun, karena kalianlah master dan penguasa hati kalian, dan hati yang selalu bisa dikuasai pemiliknya, adalah hati orang sukses” Ust. Salman dalam Novel Negeri 5 Menara

4. Pada saat itu, seorang teman Malaysia bilang ” aku baru nonton KCB, bagus sekali ya”. Saat itu, entah kenapa, saya langsung merekomendasikan dia untuk menonton film “Sang Murabbi”. Disitulah, saya rindu membaca tulisan Ust. Rahmat Abdulllah di Majalah Tarbawi. Salah seorang orang yang sangat saya kagumi dan hormati. Allahumma firlahu warhamhu.

Merendahlah,
Engkau kan seperti bintang-gemintang, berkilau di pandang orang, diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi.
Janganlah seperti asap, yang mengangkat diri tinggi di langit, padahal dirinya rendah-hina. 
(Alm. ust. Rahmat Abdullah)

5. Ketika saya mulai berimajinasi mengenai beratnya hari-hari yang akan dilalui ke depan karena tugas yang bernama “Thesis”

Imtihan nihai bukan hanya sekarang membuktikan seberapa banyak ilmu yang telah diserap otak, tapi seberapa kuat seorang siswa melawan tekanan waktu, kebosanan, psikologis, dan fisik. siapa yang bisa mengatasi semua faktor itu, maka dia adalah pemenang. (Fuadi 2009 : 388)

6. Ketika menuntut ilmu terasa melelahkan batin dan raga

” beruntunglah kalian sebagai penuntut ilmu karena Tuhan memudahkan jalan kalian ke surga, malaikat membentangkan sayap buat kalian, bahkan penghuni langit dan bumi sampai ikan paus di lautan memintakan ampun bagi orang yang berilmu, reguklah ilmu disini dengan membuka pikiran, mata dan hati kalian” Kiai Rais dalam novel Negeri 5 Menara Pp:50-51

7. Merasa tersindir dan malu bahwa belum banyak yang bisa dilakukan untuk masalah sosial satu ini

“di kampung halamanku Pak Kyai tidak ada satu anak pun yang lahir tanpa disambut doa doa dan shalawat Nabi, tapi kemiskinan punya kekejian untuk melumpuhkan akal sehat, dengan alasan kemiskinan setiap anak perempuan sah untuk diperdagangkan bahkan ketika mereka masih bayi merah, tidak satu pun yang bangkit mengutuknya, tidak pemerintah tidak masyarakat setempat termasuk para ulama seperti bapak, aku manusia sama seperti Pak Kyai, ciptaan ALLAH paling sempurna, tapi aku pelacur dan sejak masih di dalam rahim ibu ku aku sudah menjadi pelacur dan aku tidak berdaya menolaknya” (Jamila di dalam Film Jamila dan Sang Presiden).

8. Kehilangan ide dan bingung mengatur logika justifikasi pemilihan topik dalam proposal thesis

Allah memberikan keutamaan dan kemuliaan bagi orang-orang yang berilmu dalam firman-Nya dalam Al-Qur`an surat Al-Mujaadilah ayat 11 : “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. Orang-orang yang berilmu akan pula dimudahkan jalannya ke syurga oleh Allah dan senantiasa didoakan oleh para malaikat. 

9. Hari minggu malam baru pulang dari perjalanan panjang menyambangi negara tetangga, hari senin tugas literature review untuk thesis harus dikumpulkan. Sungguh, hari itu rasanya tulang belulang sangat letih.

teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah bersamamu lalu teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu. (Alm) Ust. rahmat abdullah

10. Menjelang pergi ke negara tetangga dan tugas literature review yang masih 10 %

” dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak). Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana” surat Al Fath : 3-4.

11. Proses pencarian topik thesis

Semangat meraih masa depan adalah energi yang tak pernah padam. (Iklan Pertamina)

12. Merasa didiskriminasi tapi saya diam. Kesal dengan diri sendiri.

“Tanpa jihad, Islam tak memiliki pelindung. Kesuciannya mudah dinodai oleh kehinaan yang paling hina. Direndahkan oleh musuh-musuhnya hingga orang yang pengecut pun berani menyerangnya. Allah SWT mencabut rasa takut dari musuh-musuhnya. Padahal sebelum itu umat inilah yang sangat disegani musuhnya, bahkan ketika mereka masih berjarak perjalanan berbulan-bulan. ” (Fiqh Al Jihad-DR. Yusuf Al Qaradhawi)

13. Gagal untuk kesekian kalinya untuk mendapatkan nilai yang cukup di ujian Toefl. Nyaris menyerah.

kita hanya perlu tekad yang lebih kuat dari 1000 baja, mata yang menatap lebih lama, kaki yang berjalan lebih jauh .. ” quote novel 5 cm. 

14. Mulai merasa tidak ikhlas dengan amalan

Sesungguhnya hari-hari ini adalah tidak ada kesombongan, dimana keikhlasan yang akan menentukan masa depan kita ke depan. Ikhlas itu harus melekat dalam jiwa, ruh dan badan kita, agar tidak menjadi orang yang suka mengeluh dengan pekerjaan yang kita lakukan.

15. Kangen dengan para sahabat  dan semuanya sedang sibuk dengan urusan masing-masing

Good friends are like stars. you don’t always see them but you know they’re always there.

16. Mulai kurang rajin sholat Dhuha

“Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia harus dikeluarkan sedekahnya untuk setiap ruas tulang tersebut.” ”Dahak yang ada di masjid lalu dipendam ke tanah, dan membuang sesuatu gangguan dari tengah jalan, maka itu berarti seuah sedekah. Akan tetapi jika tidak mampu melakukan itu semua, cukuplah engkau mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Ahmad 21920)

17. Imajinasi karier masa depan

urutan karier : pertama :mengerjakan pekerjaan yang sama dengan yang dilakukan orang lain, kedua : mengerjakan pekerjaan yang sulit dilakukan oleh orang lain, ketiga : melakukan pekerjaan yang tidak mungkin dilakukan oleh orang lain. (Mario Teguh)

18. Teringat dengan seorang ibu yang anaknya 2 kali masuk rumah sakit penanganan gizi karena menderita marasmus. Tatapan si ibu begitu nanar.

A child died today in the favela. He was two months old. If he had lived he would have gone hungry anyway. Carolina Maria (1962:108)

19. Badai tugas kuliah

Hakuna Matata ..it means no worries for the rest of the days.. (Lion King Movie)

 Begitulah salah satu cara saya mengatasi maju mundurnya semangat dan merekam hikmah hidup. Inspirasi yang datang dari keajaiban bait-bait kata. At the end of the day, I realizes only Allah SWT gives me all those magic words to make me strength and moving forward. Well, it’s school work everyone🙂

Amsterdam, 16 juli 2010, 2.41 am

 

Gambar dari sini

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s