Potret Buram Perempuan dan Kesehatan

Kaya akan anak kecil. Begitulah kesan pertama begitu menginjakkan kaki di kampung Pasir Angin.  Sejauh mata memendarkan pandangan, selalu saja ada anak-anak bermain sepanjang perjalanan. Ada yang berkelompok, berdua, ataupun sendiri. Tak jarang juga, anak-anak yang sedang mengendong balita, besar tubuh antara yang menggendong ataupun digendong tidak terlalu berbeda jauh, sama-sama kecil. Sebenarnya, juga banyak terdapat para orang dewasa, namun jumlahnya kalah dengan anak-anak kecil. Kampung Pasir Angin, Kampungnya anak-anak kecil.

Hampir seluruh keluarga disini memiliki jumlah anak yang banyak. Jumlah kisarannya sebanyak 6, 7, 10, 12, bahkan 17 anak. Setiap anak adalah takdir dari Allah dan sudah ada rezekinya dari Yang Di Atas. Diantaraanaknya yang banyak, ada kemungkinan salah satu anaknya akan mengangkat derajat orang tuanya. Memakai KB bearti menolak keputusan Allah SWT akan ketetapan jumlah anak. Nanti ada saatnya ibu akan berhenti hamil dengan sendirinya. Begitulah kepercayaan yang diyakini oleh hampir seluruh masyarakat. Keyakinan yang sudah mendarah daging. Setiap tahunnya, selalu ada banyak perempuan yang hamil, dan bayi-bayi yang baru lahir. Jarak umur anak sebelum dan setelahnya yang dekat, banyaknya anak, umur ibunya berusia belasan tahun, dan umur ibu yang mulai beranjak diatas 30 tahun atau bahkan 40 tahun. Fenomena ini merupakan hal yang lazim dan sangat banyak di temukan disini. Bahkan, ada seorang ibu yang tidak pernah mengalami menstruasi selama 16 tahun karena setiap akan selesai masa menyusui, setiap itu juga di perutnya sudah ada calon bayi baru.

Nilai-nilai tradisional yang melekat kuat di dalam kehidupan masyarakat  sangat mempengaruhi kualitas hidup kaum perempuan disana. Tradisi yang turun temurun, dan keterbatasan tenaga kesehatan merupakan 2 hal yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Keberlangsungan kondisi ini secara terus menerus akan menjadi masalah social dan kesehatan yang sangat besar. Disini, di Kampung Pasir Angin, dekat dengan pusat pemerintahan kabupaten Pandeglang, dekat dengan Ibukota Negara Indonesia-DKI Jakarta.

Catatan 20 April 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s