Menjadi Ibu adalah episode sepanjang hayat

islam-mum-620x349

Bagai terkesiap. entah apa. entah siapa. Seperti hembusan nafas bidadari mencium pipi. saya terduduk di kursi merah mengalirkan susu untuk titipan terindah.

Mulutnya mencari-cari tetesan sumber kehidupan. Matanya melirik menembus melesat masuk ke dalam lubuk hati terdalam. Sesekali dalam kesibukannya minum ASI, dia tersenyum, tertawa dengan paduan matanya yang melebar bahagia. “Ah sayang, kamu sudah 2 bulan. ”

Tidak pernah terbesit dalam benak bahwa satu saat saya adalah salah satu pengguna nursery room. Ruangan yang demikian nyaman, panduan kursi besar yang empuk dilengkapi dengan kursi kecil untuk kaki selonjor dan alunan musik membuat suasana intim antara saya dan buah hati menjadi demikian romantis.

Menjadi Ibu adalah amanah sepanjang hayat. Pekerjaan sepenuh waktu. Hadiah semegah surga. Seberapapun persiapan kita, pada akhirnya buah hati kita yang menuntun bagaimana menjadi seorang ibu. Betapapun banyak dan ragamnya referensi yang kita cari, seiiring waktu, satu-satunya referensi terbaik ialah menghabiskan waktu dengan buah hati. Ibu dan bayi akan saling berbagi ilmu, berbagi rasa, berbagi lelah dan akhirnya berbagi bahagia.

Saya menebak, barangkali hampir semua ibu yang baru pertama kali memiliki anak, masa transisi dari hanya menjadi seorang istri menjadi seorang ibu pada fase awal 3 bulan adalah yang tersulit. Begitupun sebenarnya untuk bayi, transisi dari kehidupan rahim yang sangat nyaman pada kehidupan dunia yang hiruk pikuk tentu tidak mudah. Namun, bukankah tidak ada badai yang abadi. Jadi tetaplah bergerak mengasuh dan menyusui dengan mata yang letih, badan yang remuk redam dan kejenuhan yang bergelayut. Yakin.. iya yakin… badai akan berlalu. Sebagaimana Alloh akan menggulirkan matahari jika senja tiba dan membenamkan bulan ketika ayam mulai berkokok.

Menjadi seorang ibu baru maka doa-doa kian panjang, ikhtiar semakin berat, namun nikmat terindah telah didapat, oleh karenanya, laku syukur seharusnya semakin merapat. Anak adalah amanah Ilahi untuk mereka yang terpilih. Sebagaimana janji Alloh bahwa Alloh tidak akan menyusahkan kita ketika menitipkan amanahNya, karena Dia yang akan selalu mencukupkan rejeki, membaikkan akhlaknya, menjaganya dan melindunginya. Jangan lupa ya, semuanya berlaku jika kita yakin, jika tidak yakin, maka Alloh juga tidak yakin dengan kita sehingga Dia melepaskan penjagaanNya pada anak kita. Barangkali itulah musabab kenapa ada anak yang sulit sekali diatur, anak yang sering rewel, anak yang seringkali membuat kita sebal. Bukankah Alloh akan berlaku sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Waallahu a’lam bishowab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s